Rangkaian Lampu LED

Sebenernya sudah lama banget ingin berbagi ilmu dengan menulis artikel tentang elektronika, karena pada dasarnya basic ilmu saya adalah elektronika. Daripada bingung mau mulai dari mana sharingnya langsung saja saya mulai sharing tentang elektronika dasar yaitu Rangkaian Lampu LED.

LED atau singkatan dari Light Emitting Diode adalah salah satu komponen elektronik yang tidak asing lagi di kehidupan manusia saat ini. LED saat ini sudah banyak dipakai, seperti untuk penggunaan lampu permainan anak-anak, untuk rambu-rambu lalu lintas, lampu indikator peralatan elektronik hingga ke industri, untuk lampu emergency, untuk televisi, komputer, pengeras suara (speaker), hard disk eksternal, proyektor, LCD, dan berbagai perangkat elektronik lainnya sebagai indikator bahwa sistem sedang berada dalam proses kerja, dan biasanya berwarna merah atau kuning. LED ini banyak digunakan karena komsumsi daya yang dibutuhkan tidak terlalu besar dan beragam warna yang ada dapat memperjelas bentuk atau huruf yang akan ditampilkan. dan banyak lagi.

Kelebihan dari LED :

  • LED memiliki efisiensi energi yang lebih tinggi dibandingkan dengan lampu lain, dimana LED lebih hemat energi 80 % sampai 90% dibandingkan lampu lain.
  • LED memilki waktu penggunaan yang lebih lama hingga mencapai 100 ribu jam.
  • LED memiliki tegangan operasi DC yang rendah.
  • Cahaya keluaran dari LED bersifat dingin atau cool (tidak ada sinar UV atau energi panas).
  • Ukurannya yang mini dan praktis

Kelemahan LED

  • Suhu lingkungan yang terlalu tinggi dapat menyebabkan gangguan elektrik pada LED.
  • Harga LED per lumen lebih tinggi dibandingkan dengan lampu lain.
  • Kelemahan dari LED di atas yang menyebabkan masyarakat lebih memilih menggunakan lampu pijar
  • Cara penerangan biasa dengan lampu pijar maupun neon dibandingkan menggunakan LED.

Tidak seperti lampu pijar dan lampu neon, LED mempunyai kecenderungan polarisari yang mempunyai kutub positif dan negatif sehingga untuk menyalakan LED harus diberi arus maju (forward). Jika LED diberi arus terbalik (reverse) maka chip di dalam LED tidak akan mengeluarkan emisi cahaya bahkan jika tegangan sumber terlalu besar dapat menyebabkan LED tersebut rusak. Bukan hanya itu, meskipun LED diberi arus maju tetapi kalau arusnya terlalu besar, maka LED pun akan rusak. Di sinilah perlunya tahanan (resistor) untuk membatasi arus.

Pada saat ini warna-warna cahaya LED yang banyak ada adalah warna merah, kuning,biru dan hijau. Setiap warna LED mempunyai karakteristik yang berbeda seperti besarnya drop tegangan dan arus yang dibutuhkan untuk membuat chip di dalam LED menghasilkan emisi cahaya. Semakin terang jenis LED (Super Bright LED) semakin besar drop tegangan dan arus yang dibutuhkan.

Berikut ini adalah spesifikasi (tegangan dan arus) yang dibutuhkan agar LED menyala dengan normal:

Tegangan LED

  1. Infra merah : 1,6 V
  2. Merah : 1,7 V – 2,1 V
  3. Oranye : 2,2 V
  4. Kuning : 2,4 V
  5. Hijau : 2,6 V
  6. Biru : 3,0 V – 3,5 V
  7. Putih : 3,0 – 3,6 V
  8. Ultraviolet : 3,5 V

Arus LED

  1. LED berdiameter 3 mm – 5 mm pada umumnya beroperasi 20 mA sampai 30 mA.
  2. Super Bright LED membutuhkan arus >200 mA

Berdasarkan Hukum Ohm,  V=I.R

Keterangan : V = tegangan,  I = arus listrik,  R = Resistor.

Apabila kita mencari nilai resistor maka : R = V/I

R =(Vs-Vd) / I

Vs = tegangan sumber (batre,accu,power suply).

Vd = jatuh tegangan.

Contoh permasalahan:

Misal kita mempunyai sebuah LED warna merah (memiliki jatuh tegangan 1,7 Volt) yang akan dinyalakan menggunakan  sumber tegangan (misalnya accu) : 12Volt maka kita harus mencari nilai resistor yang akan dihubungkan secara seri dengan LED. Maka resistor yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:

Diketahui:
Tegangan Sumber (V) = 12 Volt
Tegangan LED (VLED) = 1,7 Volt
Arus LED (ILED) = 20 mA atau 0,02 A (1 Ampere = 1000 mA)

Menghitung Resitor (R) yang dibutuhkan:
R = (V-VLED) / ILED
= (12-1,7) / 0,02
= 10,3 / 0,02
= 515 Ohm

Karena resistor dengan nilai 515 Ohm jarang ada di pasaran, alternatifnya dapat menggunakan resitor dengan nilai 560 Ohm, dengan demikian maka arus total yang mengalir dan daya yang dibutuhkan resitor tersebut adalah sebagi berikut:

Arus (I):
I = (V-VLED) / R
= (12 – 1,7) / 560
= 10,3 / 560
= 0,0184 Ampere
= 18,4 mA

Daya (P):
P = I^2 x R
= 0,0184^2 x 560
= 0,19 Watt

Di pasaran tersedia resitor 1/4 Watt. Tentu saja jika menggunakan resistor yang lebih besar dayanya akan lebih baik (awet), tetapi jangan terlalu extrim misalnya dapat menggunakan resistor 1/2 Watt dengan nilai 560 Ohm.

Menghitung nilai resistor Rangkaian LED parallel :

R LED Merah = (12 V- 1.8V) /0.02 A = 510 ohm

R LED Biru = (12V – 3V) / 0.02 A = 450 ohm

Menghitung nilai resistor rangkaian LED secara seri :
R = (12V – 9.6 V) / 0.02 A = 120 ohm

Mennghitung resistor pada LED nyala putih(super bright). Kita memiliki 3 buah led nyala putih(super bright) dan akan kita nyalakan dengan mengguynakan accu 12 Volt maka, R = (-12V (3.6 V * 3)) / .0,3 A = 40?

Gambar LED super bright :

Itulah beberapa Rangkaian Lampu LED sederhana beserta cara menghitung tahanan/resistor yang diperlukan. Semoga artikel tersebut bisa bermanfaat bagi anda. Terima kasih

Hasil pencarian dari :

  • rangkaian lampu led (309)
  • rangkaian strobo 6 mode (197)
  • cara merangkai lampu led (147)
  • buat lampu led motor lengkap (146)
  • yhs-1 (125)
  • cara membuat lampu led (123)
  • rangkaian strobo 7 mode (108)
  • rangkaian lampu led 12 volt (93)
  • merangkai lampu led (78)
  • cara merakit lampu led (71)
  • rangkaian lampu led 24 volt (61)
  • rangkaian lampu strobo (60)
  • rangkaian lampu led 220v (59)
  • cara membuat modul strobo led (58)
  • rangkaian strobo led 12 volt (55)
  • Rangkaian led 24 volt (48)
  • cara membuat lampu strobo sendiri (47)
  • rangkaian lampu led sederhana (47)
  • cara membuat modul strobo (46)
  • cara merangkai lampu led seri (45)
  • rangkaian led (45)
  • cara membuat rangkaian lampu led (45)
  • cara membuat lampu strobo sederhana (44)
  • contoh merangkai lampu led (43)
  • membuat lampu led (41)
  • cara membuat lampu strobo (39)
  • rangkaian lampu strobo led 12v (38)
  • skema strobo 7 mode (37)
  • rangkaian lampu strobo 12 volt (37)
  • rangkaian led 220v (37)
  • cara memasang lampu led (36)
  • skema strobo led 12v (35)
  • rangkaian led 12 volt (34)
  • rangkaian led sederhana (34)
  • merakit lampu led (33)
  • cara membuat lampu strobo motor (32)
  • rangkaian lampu LED emergency (32)
  • rangkaian lampu strobo motor (31)
  • membuat rangkaian lampu led sederhana (31)
  • cara membuat modul lampu strobo (31)
  • membuat rangkaian lampu led (29)
  • Cara buat lampu led (27)
  • cara membuat modul lampu strobo led (26)
  • cara bikin lampu led (26)
  • rangkaian lampu led strobo (25)
  • Cara membuat lampu mainan (25)
  • rangkaian led strobo (23)
  • rangkaian modul strobo (23)
  • merangkai lampu led 220v (21)
  • membuat lampu led 220v (21)
  • contoh rangkaian led 220v (21)
  • rangkaian strobo led (21)
  • rangkaian elektronika led (21)
  • cara membuat lampu led untuk motor (21)
  • cara buat lampu strobo (20)
  • rangkaian lampu emergency led (20)
  • rangkaian elektronika lampu led (20)
  • skema lampu strobo (20)
  • cara membuat lampu lalu lintas sederhana (19)
  • cara merangkai led (19)
  • cara membuat lampu strobo led (18)
  • rangkaian lampu strobo led (18)
  • merakit led (17)
  • rangkaian lampu strobo sederhana (17)
  • cara merakit lampu strobo (17)
  • cara merangkai lampu led 12 volt (17)
  • cara membuat lampu led hemat energi (17)
  • rangkaian lampu emergency (16)
  • cara rangkaian lampu led sederhana (15)
  • cara membuat lampu emergency (15)
  • sekema strobo 9 mode (15)
  • cara buat lampu led 220v (15)
  • rangkaian strobo sederhana (15)
  • membuat lampu mainan (15)
  • rangkaian led 12v (14)
  • bikin lampu led (14)
  • rangkaian lampu emergency led sederhana (14)
  • cara membuat lampu led 220v (14)
  • rangkaian lampu led motor (13)
  • cara membuat rangkaian led (12)
Jika artikel diatas bermanfaat bagi anda, jangan lupa menulis komentarnya dan berlangganan subscribing to the RSS feed. TERIMA KASIH

2 Responses to Rangkaian Lampu LED

  1. wahyu says:

    tanya gan.untuk rumus resitor led putih super brigh(pada contoh di atas) bukannya harusnya pembaginya 0.2??karena untuk led putuh super brigh memerlukan arus 200mA=0.2 amper??

  2. darmawan says:

    Bagimana bias mendapatkan artikel diatas

    Tks
    Wawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *